Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Pelatihan Mina Padi

Admin
Berita
18 Februari 2019 08:54:36

Image Berita


(Kamis, 14 Februari 2019) Seksi Pembudidayaan Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan  (Dislautkan) Kulon Progo mengadakan pelatihan Mina Padi. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) penerima hibah tahun 2019. Kelompok yang menerima hibah ialah Mina Bhakti dari Dusun Semak, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang. Pelatihan ini dihadiri sebanyak 21 orang.

Acara pertama, pokdakan Mina Bhakti diajak untuk melihat sentra Mina Padi yang telah berhasil di Pokdakan Mina Ngremboko, Dusun Klegen, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih. Setelah melihat-lihat dan bertanya kepada Bapak Narwoto (Ketua kelompok Mina Ngremboko), Pokdakan Mina Bhakti diberikan materi tentang “Teknik Budidaya Mina Padi dan Praktek”. Mina Padi adalah menggabungkan dan mengintregasikan 2 teknologi pengelolaan tanam secara terpadu (PTT) dan CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik). Bapak Narwoto menyampaikan secara rinci teknik budidaya Mina Padi mulai dari penyiapan kolam dalam dan kemalir/caren, membajak tanah dengan traktor, pasang jaring dan paralon inlet serta outlet, penanaman padi dan pemupukan pertama dilanjut kedua, penebaran ikan, manajemen pemberian pakan, panen ikan dan pemanenan padi.

Acara kedua pemberian materi tentang “Rencana Tindak Lanjut kegiatan Mina Padi” oleh Kasi Produksi Pembudidayaan Ikan, Bapak R. Wakhid Purwosubiantara, STP., MM.; “Kebijakan Pembangunan Perikanan Budidaya di Kabupaten Kulon Progo” oleh Kepala Dislautkan Kulon Progo, Bapak Ir. Sudarna, MMA.; “Budidaya Mina Padi di Kulon Progo” oleh Kabid Pembudidayaan Ikan, Bapak Ir. Leo Handaka.

Pada seksi diskusi anggota Pokdakan Mina Bhakti sangat mengkhwatirkan mengenai hasil panen padi jika ada pengurangan lahan buat dijadikan kolam dalam dan caren. Menurut bapak Narwoto yang telah berpengalaman dalam budidaya Mina Padi mengiyakan, bahwa memang terjadi penurunan pada panen pertama karena ada pengurangan lahan, tetapi untuk panen selanjutnya mengalami peningkatan. Peningkatan ini lebih tinggi dari produksi standar  padi di Kulon Progo (6,5 ton/Ha), bisa meningkat mejadi 9,5 ton/Ha. Hal ini bisa terjadi karena pupuk organik dari kotoran Nila. Ikan Nila suka berenang di sela-sela padi dan mengeluarkan kotoran sehingga kotoran ikan Nila tersebar merata.

Menurut Bapak Ir. Leo Handoko hal yang perlu diwaspadai dalam budidaya Mina Padi ialah ketersediaan air dan lingsang. Ketinggian air harus sejajar dengan batas bawah pelepah padi. Hal ini dimaksudkan agar ikan masih bisa berenang di sela-sela padi. Untuk penanggulangan linsang diusahakan petakan Mina Padi diberi jaring dan jaring bagian bawah terkubur tanah sedalam 25 cm, agar lingsang tidak mudah menerobos.

Setelah serangkaian acara budidaya mina padi selesai pokdakan Mina Bhakti diajak berkunjung ke Kolam Sentra Produksi Perikanan (KSPP) Triharjo. Hal ini untuk melihat kondisi sentra kawasan budidaya lele. Peserta pelatihan berdiskusi tentang pembudidayaan ikan disana. Dengan berlangsungnya kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Dislautkan Kulon Progo, diharapkan agar pada tahun 2019 ini nilai produksi perikanan hasil budidaya dapat meningkat sesuai target yang ditetapkan serta dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta pelatihan akan manfaat dari usaha budidaya Mina Padi.

 

Foto 1. Pokdakan mina bhakti meninjau lokasi budidaya mina padi di pokdakan mina ngrumboko

 

 

Foto 2. Pemberian materi teknik budidaya mina padi oleh bapak Narwoto

 

 

Foto 3. Pemberian materi teknik budidaya mina padi oleh bapak R. Wakhid Purwosubiantara, STP., MM.

 

 

Foto 4. Pemberian materi teknik budidaya mina padi oleh bapak Ir. Sudarna, MMA.

 

 

Foto 5. Pemberian materi teknik budidaya mina padi oleh bapak Ir. Leo Handoko

 

 

Foto 6. Kunjungan ke KSPP Triharjo di pembudidaya Lele

Source: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo | Kontributor : Mega Dissa Afpriyaningrum, S.Pi., M.Si.

WhatsApp Chat