Dalam rangka pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Kulon Progo perlu disusun skenario yang jitu agar produksi perikanan meningkat. Meningkatnya produksi perikanan akan menimbulkan multiplayer effect dalam meningkatkan penghasilan dan kualitas hidup pelaku usaha budidaya ikan, masyarakat lingkungan perikanan, dan masyarakat umum. Keuntungan utama dari budidaya ikan adalah tercukupinya kebutuhan gizi dengan nutrisi unggul dari protein ikan, yang akan meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan penting dalam penanggulangan stunting pada anak. Salah satu permasalahan yang harus serius diperhatikan adalah banyaknya anggota kelompok pembudidaya ikan yang sudah berusia post dewasa (kisaran umu 50 tahun ke atas). Hal ini cukup mengkhawatirkan apabila pada saatnya nanti pokdakan akan semakin kehabisan anggota-anggotanya. Untuk itu perleu kegiatan REGENERASI POKDAKAN.
Regenerasi pokdakan merupakan salah satu usulan kegiatan strategis Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi perikanan budidaya. Kegiatan ini diformat dalam tagline cecikal, atau penumbuhan kelompok baru pembudidaya ikan milenial dengan kisaran umur anggota antara 17 sampai dengan 25 tahun. Karakter utama kelompok umur tersebut adalah kegalauan dan kegamangan dalam melaksanakan setiap aktivitas kegiatan yang produktif, sehingga butuh trick dan tips agar permasalahan tersebut tereliminasi. Rancangan yang sudah dipersiapkan adalah dengan menggait mahasiswa jurusan perikanan yang berasal dari Kulon Progo untuk membentuk Pokdakan baru sekaligus mereka yang menjadi ketua Pokdakannya. Hal ini dapat dilakukan dengan bekerjasama dengan kampus penyelenggara pendidikan jurusan perikanan (UGM, dll) untuk memberikan data personil dimaksud, memberikan motivasi kepada mahasiswa, dan sekaligus peluang penelitian dalam tugas akhir mereka. Sedangkan para anggotanya dapat diprovokasi dari Karang Taruna, Pemuda pegiat religi, pemuda petualang, dll.
Dalam kegiatan regenerasi pokdakan ini ada dua skenario penganggaran, yakni mengusulkan anggaran biaya ke APBN maupun APBD termasuk Dana Keistimewaan (DAIS). Pokdakan milenial kita usulkan untuk difasilitasi dengan sarana-prasarana produksi berupa 10 (sepuluh) kolam bulat diameter 2 meter dengan jenis komoditas utama lele dan gurami beserta pakan dan probiotiknya. Sebagai alternatif bagi milenial dapat diberikan opsi budidaya jenis ikan hias seperti Koi, Discus, Guppy, dll, serta alternatif ikan konsumsi lainnya seperti Nila, Lobster air tawar, Tawes, Sidat, dan lain-lain. Wajib juga dianggarkan biaya pelatihan dan benchmarking agar pokdakan milenial punya skill dan pengalaman awal dalam berbudidaya ikan. Target tahun 2024 kita usulkan 1 pokdakan milenial untuk tiap Kapanewon di Kabupaten Kulon Progo. Adapun permasalahan kebutuhan lahan budidaya dapat dikomunikasikan dengan Pemerintah Kalurahan setempat untuk fasilitasi tanah kas desa yang sekiranya ndapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan generasi muda. [syd-2023]