Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo pada hari Rabu tanggal 17 Juli 2019 mengadakan pelatihan bagi pembudidayaan ikan tentang Sekolah Lapang (SL) Budidaya Gurami. Tujuan pelatihan untuk memberikan pengetahuan kepada kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN) penerima hibah tahun 2019 dan sharing mengenai kendala/masalah yang terjadi ketika berbudidaya gurami. Pelatihan dilaksanakan di Pokdakan Mina Bayu Lestari, Tonobakal, Hargomulyo, Kokap dan dihadiri oleh 25 orang yang berasal dari POKDAKAN Loh Jinawi, Mina Wadas Aji, Mina Manunggal dan Mina Bayu Lestari. Pelatihan ini merupakan pelatihan Sekolah Lapang Budidaya Gurami yang ke-2.
Acara dibuka oleh Ir. Leo Handaka selaku Kabid Pembudidayaan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo. Dilanjutkan pemberian materi tentang “Peran Pemerintah Daerah dalam Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya” yang disampaikan oleh Ir. RM Herismoyo dari Bappeda Kulon Progo dan dilanjutkan oleh Dr. Ir. Hardaningsing, M.Si yang merupakan dosen Perikanan UGM mengenai “Usaha Budidaya Gurami Secara Intensif”.
Budidaya gurami secara intensif dapat dilakukan menggunakan kolam bulat cetral drain. Kolam dengan sistem central drain ini sangat membantu dalam melakukan pengelolaan kualitas air. Kotoran dasar kolam yang banyak mengandung ammonia dapat dibuang dengan cepat tanpa mengurangi banyak air dan lebih menghemat tenaga. Pembuangan kotoran dasar kolam dapat dilakukan dengan melepas pipa pengeluaran, tunggu sampai air yang terbuang sama dengan warna air yang dikolam kemudian tutup kembali. Pembuangan air ini kira-kira hanya memakan waktu 1-2 menit.
Masalah yang dihadapai para pembudidaya ikan pada bulan-bulan sekarang ini ialah penyakit ikan yang dapat menyebabkan kematian. Banyaknya penyakit ini disebabkan karena adanya perbedaan fluktuasi suhu yang signifikan pada dini dan siang hari. Ikan merupakan hewan poikiloterm, dimana suhu tubuh ikan akan menyesuaikan dengan suhu lingkungannya. Proses penyesuaian suhu ini jika terjadi secara mendadak dan signifikan dapat meyebabkan ikan stress, sehingga daya tahan tubuh menurun, gampang terserang penyakit dan berujung kematian.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kematian ikan pada musim sekarang ialah:
1. Menjaga kualitas air agar tetap dalam kondisi optimal sesuai kebutuhan ikan, dapat dilakukan dengan cara membuang kotoran dasar kolam secara rutin setiap 3 kali seminggu dan lakukan pengecekan suhu pada pagi dan siang hari.
2. Memberi pakan ikan berupa pellet secukupnya jangan sampai berlebih dan dikombinasikan dengan daun sente.
3. Memberi vitamin (biovit aquatik) ikan yang dicampurkan ke pakan dengan dosis 1-2 gram/kg pakan dan diberikan 2 kali sehari.
4. Penggunaan probiotik baik pakan maupun air budidaya. Probiotik yang diberikan ke pakan mengandung bakteri lactobacillus sp.yang berfungsi untuk mempermudah pencernaan sedangkan probiotik yang diberikan ke air budidaya mengandung bakteri nitromonas dan nitrobakter yang berfungsi untuk mendekomposisi ammonia.
5. Penggunaan fermentasi batang pisang dengan dosis 10 ml/m3 air.
6. Jika terdapat ikan mati di kolam sebaiknya langsung diambil dan dikubur.

Foto 1. Pembukaan oleh Ir. Leo Handaka

Foto 2. Penyampaian materi oleh Dr. Hardaningsih

Foto 3. Sharing dengan Sumantri dari BPN

Foto 4. Antusias peserta dalam bertanya

Foto 5. Makan bersama dengan menu ikan