Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

TEKNOLOGI KOLAM CENTRAL DRAIN

Admin
Artikel
02 Agustus 2019 09:58:23

Image Berita


Kulon Progo saat ini mengalami keterbatasan lahan untuk berbudidaya ikan karena adanya pembangunan berbagai infrastruktur. Untuk itu diperlukan sebuah teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas dengan sumber daya alam yang terbatas, yaitu dengan menggunakan kolam central drain.

Kolam Central Drain (CD) adalah kolam yang mempunyai saluran pembuangan yang terletak di tengah kolam dengan kemiringan 20-35%, yang bertujuan untuk memaksimalkan pembuangan  kotoran. Bentuk kolam bisa bulat, segi empat ataupun persegi. Konstruksi kolam pun bisa menggunakan Black UV ataupun semen. Keuntungan kolam CD antara lain, membersihkan kotoran kolam yang berada di dasar kolam dengan cepat, mudah dan praktis tanpa membuang banyak air, kualitas air terjaga, dapat diterapkan kepadatan tebar yang tinggi, dan hemat tenaga kerja.

Perbedaan bentuk kolam itu mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri, diantaranya sebagai berikut:

Jenis Kolam

Kelebihan

Kekurangan

Bulat

-        Dapat digunakan untuk lahan sempit

-  Tidak ada titik mati untuk pergerakan ikan

-        Kepadatan tinggi

-        Panen lebih cepat

-        Mudah melakukan sortir

-  Penggunaan aerasi cukup 1 atau 2 titik

-   Tidak cocok untuk penebaran kepadatan rendah

-       Harga terpal lebih mahal

Persegi/persegi panjang

-          Harga lebih murah

-     Cocok untuk kepadatan rendah

-      Pembangunan banyak kolam bisa berdempetan

-        Terpalnya mudah diperoleh

-  Ada titik mati untuk pergerakan ikan

-       Membutuhkan air yang lebih banyak dibandingkan kolam bundar dengan ukuran yang sama

-       Penggunakaan aerasi dengan kepadatan tinggi dibutuhkan > 2 titik

 

Proses pembuatan kolam CD yang berbentuk bulat pun sangat praktis. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk pembuatan kolam bulat CD dengan diameter 3m.

1.    Tentukan lokasi yang akan digunakan untuk kolam, sebaiknya lokasi dekat dengan sumber air.

2.  Tentukan titik tengah kolam dan ambil tali sepanjang 1,5 m untuk membuat lingkaran. Diusahakan diameter harus pas 3 m karena kalau kelebihan sedikit saja maka terpal yang akan digunakan tidak akan cukup.

3.   Pasang batako mengelilingi kolam menggunakan adukan semen.

4. Gali tanah setinggi 100 cm dengan kemiringan dasar kolam bagian tengah 35%, sekalian buat saluran pembuangan central drain dan pasang peralonnya.

5.  Dasar kolam sebaiknya di beri sekam setebah 5 cm dan pasir 5 cm yang berguna mencegak sobeknya terpal ketika terinjak.

6.    Pasang wermes mengikuti keliling kolam dan kaitkan dengan batako.

7.    Pasang karpet talang mengikuti bentuk wermes.

8.    Pasang terbal dan isi air.      

Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo telah merekomendasikan untuk penggunaan kolam bulat CD sebagai tempat berbudidaya ikan. Penggunaannya telah dilakukan sejak 2017 sampai sekarang, dengan cara pemberian hibah kepada kelompok pembudidaya ikan di Kulon Progo. Beberapa kelompok yang menerima bantuan pada tahun 2018 untuk budidaya ikan lele ialah Mina Tegal Abadi, Salam, Bajarharjo, Kalibawang sebanyak 16 unit; Mina Taruna, Sepaten, Kranggan, Galur sebanyak 48 unit; tahun 2019 untuk budidaya gurami ialah Loh Jinawi, Dukuh, Bumirejo, Lendah sebanyak 10 unit; Wadas Aji, Klampis, Pengasih, Pengasih sebanyak 9 unit, sedangkan untuk budidaya lele di kelompok Manunggal Roso, Ngrajun, Banjarharjo, Kalibawang sebanyak 15 unit; Alam Tirto, Duwet 2, Banjarharjo, Kalibawang sebanyak  15 unit; Mina Lestari, Conegaran, triharjo, Kalibawang sebanyak 10 unit; Ulam Sari Paingan, Sendangsari, Pengasih sebanyak 10 unit. Penggunaan kolam bulat CD diharapkan dapat meningkat produktifitas dengan penggunaan air yang relatif sedikit dibandingkan dengan kolam CD berbentuk kotak. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan memenuhi kebutuhan pasar

Source: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo | Kontributor : Mega Dissa Afpriyaningrum, S.Pi., M.Si.

WhatsApp Chat