Kalau memancing ikan lemuru, jangan lupa menghela perahu.
Ayo singsingkan lengan bajumu, bangkit bersatulah nelayanKu.
Cakep, kompak sahutan para hadirin.
Indah nian pantun yang disenandungkan oleh Staf Ahli Bupati Kulonprogo Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM, Bambang Sutrisno, S.Sos, M.Si. ketika mengawali sambutan dan pengarahan dalam acara Sarasehan Nelayan dan Pengelola TPI se-Kabupaten Kulonprogo tanggal 17 Mei 2022 di Balai Pertemuan Nelayan TPI Bugel.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas laut 62 % dari keseluruhan luas wilayan negara, sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian nasional. Tetapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa ternyata kontribusinya baru sekitar 3,7 % terhadap PDB Nasional dibandingkan potensinya yang fantastis (130 %). Apa penyebabnya? Salah satunya adalah SDM pelaku usaha perikanan dan kelautan yang belum melembaga secara profesional. Maka salah satu solusinya di Kabupaten Kulonprogo diadakan sarasehan ini yang menghasilkan terbentuknya paguyuban nelayan Kulonprogo dengan disepakatinya Sdr. Ngadisan (Trisik) sebagai Ketua, Rosid Anwar (Karangwuni) sebagai sekretaris, Fatoni (Congot) sebagai bendahara, dan Sigit (Bugel) sebagai Humas. Tujuan utama dari dibentuknya paguyuban nelayan ini adalah membangkitkan persatuan dan kerjasama nelayan se-Kulonprogo sehingga memiliki bargaining position yang semakin kokoh. Target pertama dari kinerja paguyuban nelayan Kulonprogo adalah terbitnya kekancingan untuk penggunaan PAG sebagai lokasi Tempat Pelelangan Ikan.
Dalam kesempatan yang berbahagia dan penuh semangat tersebut juga dibagikan PAS kecil untuk 58 perahu motor tempel (PMT) milik nelayan di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Pas Kecil merupakan dokumen penting yang dapat digunakan sebagai dokumen kepemilikan kapal, Surat Tanda Kebangsaan Kapal, dan Dokumen Kelengkapan Berlayar. Pas Kecil ini sekaligus dimanfaatkan demi keamanan melakukan pelayaran, bahkan di beberapa daerah sudah dapat dimanfaatkan sebagai jaminan kredit usaha, serta memberikan kemudahan pendataan jika terjadi bahaya di laut atau saat berlayar. Bonus kegiatan sarasehan ini adalah adanya sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang mengcover asuransi kecelakaan kerja yang sangat bermanfaat bagi nelayan.

Penulis ; Suryadi S.Kel